Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2024

pH tanah Desa Sumbang Banyumas 4,5 perlu perbaikan total

Banyumas, Jateng, 30 Agustus 2024-  Kepala Desa Sumbang terkejut saat mengetahui pH tanah lahan bengkok di desanya hanya 4,5 sampai 4,7 saja. Pak Sunarko Kepala Desa Sumbang, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah terheran-heran setelah mengetahui pH tanah tempat dirinya bercocok tanam ternyata begitu rendah.  Upaya pemerintah Desa Sumbang untuk meningkatkan kualitas pertanian di lingkungannya tidak berjalan dengan begitu mudah saja pemerintah desa setempat harus menghadapi kondisi alam bawaan yaitu kondisi tanah yang tidak sehat. Mengetahui kondisi tanah yang tidak sehat kepala desa Sumbang Sunarko menginginkan perbaikan sesingkat-singkatnya dengan metode perbaikan tanah melalui penambahan humus dari kompos dan sekam padi yang dipadukan dengan mikrobakteri protagonis dari produk DeRuci bio fertilizer Sunarko berharap dengan berlangsungnya demplot tanaman jagung hibrida dengan varietas Betras 1 dan 9 Semoga dapat memberikan contoh yang baik untuk warganya.  Su...

Pertanian Organik Dalam Wangsit Raja Siliwangi

Uga Wangsit Siliwangi dalam kajian Pertanian Organik  Dikutip dari Buku SRI Organik Indonesia :  Rujukan nilai kearifan budaya nusantara Kenyataan pesatnya pertambahan informasi baru keilmuan menyebabkan tidak mudahnya melangsungkan koreksi keilmuan secara spontan apalagi bila hal tersebut harus dlakukan secara antar disiplin keilmuan. Namun, upaya ini sangat perlu karena perkembangan permasalahan dan tantangan di lapangan juga akan sangat cepat meningkat. Oleh karena itu, sambil menunggu dan menguji munculnya kemampuan tersebut, kepekaan atas rujukan nilai dan observasi lapangan yang telah teruji perlu dijadikan pegangan. Meletakkan diri pada upaya pembudayaan (cultural main streaming), masyarakat Indonesia masih beruntung dapat memanfaatkan kemampuannya menilai keadaan dengan kearifan yang dimilikinya selama ini, yang nyaris tenggelam karena tekanan monopoli ekonomi dan penyalahgunaan kekuasaan maupun keilmuan yang bertubi-tubi. Budaya masyarakat Indonesia pada dasarnya berl...

PENINGKATAN PRODUKSI TANAMAN DENGAN DERUCI YANG MENGANDUNG SITOKININ

Mengapa DeRuci Bio Fertilizer bisa meningkatkan produktivitas pertanian anda?  Rumus molekul zeatin, salah satu hormon sitokinin (Sumber: Wikipedia.com) DeRuci Bio Fertilizer mengandung nutrisi yang baik untuk pertanian anda, salah satunya adalah hormon Sitokinin. Apa itu sitokinin?  Sitokinin (sitokinin) adalah salah satu zat pengatur tumbuh (zpt) tanaman yang berperan dalam pembelahan sel (sitokinesis) di bagian akar dan tunas. Peranan sitokinin terutama pada pertumbuhan sel dan diferensiasi sel, juga berperan pada dominansi apikal, pertumbuhan tunas, dan proses penguningan daun. Diketahui ada dua jenis sitokinin, yaitu: 1) sitokinin tipe adenin, seperti: kinetin, zeatin dan 6-benzylaminopurine, dan 2) sitokinin tipe phenylurea, seperti: diphenylurea dan thidiazuron. Sebagian besar sitokinin disintesis di akar. Kambium dan bagian tanaman yang aktif membelah juga mensintesis sitokinin. Peranan sitokinin tidak terlepas dari peranan hormon tanaman lainnya, terutama auksin. Rasi...

RAHASIA ANTIVIRUS DERUCI UNTUK PERTANIAN

  DeRuci Bio Fertilizer mampu memperbaiki tanah lahan pertanian yang sudah kritis Salah satu keunggulan produk DeRuci Bio Fertilizer adalah mengandung berbagai bakteri protagonis yang mampu menjadi agen positif yang menguntungkan untuk pertanian. Salah satunya Bakteri Acidophilus, adalah mikroorganisme yang memiliki peran penting dalam pembenahan tanah, terutama di lahan pertanian yang mengalami kerusakan. Dalam ekosistem tanah yang sehat, bakteri ini berkontribusi dalam proses dekomposisi bahan organik dan meningkatkan kualitas tanah. Acidophilus adalah bakteri asam yang mampu hidup dan aktif pada pH rendah, sehingga sangat efektif dalam memperbaiki tanah yang terdegradasi akibat penggunaan pestisida berlebihan atau praktik pertanian yang tidak berkelanjutan. Saat bakteri Acidophilus ditambahkan ke dalam tanah, mereka mulai memecah senyawa organik yang terjerat dalam lapisan tanah. Proses ini tidak hanya menguraikan material yang tidak lagi bermanfaat tetapi juga menghasilkan nutr...