Banyumas, Jateng, 30 Agustus 2024-
Kepala Desa Sumbang terkejut saat mengetahui pH tanah lahan bengkok di desanya hanya 4,5 sampai 4,7 saja. Pak Sunarko Kepala Desa Sumbang, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah terheran-heran setelah mengetahui pH tanah tempat dirinya bercocok tanam ternyata begitu rendah. Upaya pemerintah Desa Sumbang untuk meningkatkan kualitas pertanian di lingkungannya tidak berjalan dengan begitu mudah saja pemerintah desa setempat harus menghadapi kondisi alam bawaan yaitu kondisi tanah yang tidak sehat.
Mengetahui kondisi tanah yang tidak sehat kepala desa Sumbang Sunarko menginginkan perbaikan sesingkat-singkatnya dengan metode perbaikan tanah melalui penambahan humus dari kompos dan sekam padi yang dipadukan dengan mikrobakteri protagonis dari produk DeRuci bio fertilizer
Sunarko berharap dengan berlangsungnya demplot tanaman jagung hibrida dengan varietas Betras 1 dan 9 Semoga dapat memberikan contoh yang baik untuk warganya.
Sunarko menyadari bahwa selama ini metode dan pola pertanian yang diterapkan di lingkungannya belum sesuai dan perlu banyak perbaikan
Dengan melakukan pendekatan pertanian organik yang ramah lingkungan dan berkelanjutan Sunarko berharap desanya bisa menjadi lebih sehat dan penghasilan Masyarakat khususnya yang bekerja di bidang pertanian bisa meningkat seiring dengan meningkatnya pula kualitas pekerjaan di bidang pertanian
Tentunya akan banyak tantangan yang dihadapi dari mulai iklim, cuaca, hingga permasalahan teknis namun Sunarko mengaku tidak mempermasalahkan perihal apapun karena ia yakin dengan didampingi dari konsultan DeRuci bio fertilizer ia mampu menghadapi semua tantangan tersebut
Permasalahan terbesar yang harus dihadapi justru ada pada pola pikir atau mindset dari petani sendiri. Sunarko harus mampu memaparkan kepada warganya tentang pola pertanian organik yang ramah lingkungan seperti yang sudah digembar-gemborkan selama ini oleh pemerintah pusat dan para peneliti.
Pertanian organik yang berkelanjutan adalah jawaban dari permasalahan teknis budidaya yang selama ini terjadi khususnya di desa Sumbang. Yang mana produktivitas hasil panen belum sesuai harapan baik untuk pertanian jagung maupun padi serta komoditas lainnya. Kasusnya pada ketinggian permukaan tanah 141 mdpl di desa Sumbang tersebut penghasilan padi rata-rata per hektar berada di Kisaran 2 hingga 5 ton saja sementara itu standar mutu yang diharapkan pemerintah pusat per meter persegi bisa menghasilkan 8 hingga 9 ons atau 8 hingga 9 ton per hektar.
Dengan didukung oleh konsultan DeRuci yang sudah mempraktekkan teori pertanian organiknya di berbagai tempat di Indonesia maka Sunarko berharap problem yang terjadi di desanya bisa diurai. setidaknya ia bisa mencapai produktivitas 80% dari target pada tahap awal mengingat ketinggian permukaan tanah di desanya juga cukup berpengaruh dengan produksi untuk tanaman pangan dan palawija
Harapan akhir dari proyek percontohan jagung hibrida yang dipandu oleh konsultan DeRuci di desa Sumbang Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas ini adalah melakukan edukasi kepada masyarakat sekitar agar hasil panen secara kualitas dan kuantitasnya meningkat
Kemudian ke depannya sejumlah metode dan petunjuk teknis dari konsultan DeRuci akan diterapkan dan diduplikasi oleh para petani di desa Sumbang
Sunarko yakin dengan mikrobakteri dan zat-zat aktif Dari DeRuci maka pertanian di desa Sumbang dapat meningkat produktivitasnya.
Senada dengan harapan Sunarko Insinyur Taufik Djarot andriyanto sebagai konsultan DeRuci yang bermukim di Purwokerto juga berharapan yang sama.
Insinyur Djarot menyadari bahwa lingkungan pertanian di tempatnya memang sudah banyak yang terdegradasi. Kualitas lahan yang menurun sangat menjadi permasalahan atau hambatan bagi produktivitas. Iya berpendapat perlu adanya perubahan pola pengerjaan lahan dari mulai urutan kerja hingga tata cara perlakuan terhadap tanah dan tanaman. "Seperti menyikapi penanaman jagung semestinya petani perlu melakukan olahan terlebih dahulu untuk menggemburkan tanah sehingga akar tanaman jagung dapat lebih leluasa mencari nutrisi pada media tanam." Ujar Djarot
































Komentar
Posting Komentar