![]() |
Rumus molekul zeatin, salah satu hormon sitokinin (Sumber: Wikipedia.com) |
DeRuci Bio Fertilizer mengandung nutrisi yang baik untuk pertanian anda, salah satunya adalah hormon Sitokinin. Apa itu sitokinin?
Sitokinin (sitokinin) adalah salah satu zat pengatur tumbuh (zpt) tanaman yang berperan dalam pembelahan sel (sitokinesis) di bagian akar dan tunas. Peranan sitokinin terutama pada pertumbuhan sel dan diferensiasi sel, juga berperan pada dominansi apikal, pertumbuhan tunas, dan proses penguningan daun. Diketahui ada dua jenis sitokinin, yaitu: 1) sitokinin tipe adenin, seperti: kinetin, zeatin dan 6-benzylaminopurine, dan 2) sitokinin tipe phenylurea, seperti: diphenylurea dan thidiazuron. Sebagian besar sitokinin disintesis di akar. Kambium dan bagian tanaman yang aktif membelah juga mensintesis sitokinin. Peranan sitokinin tidak terlepas dari peranan hormon tanaman lainnya, terutama auksin.
Rasio antara auksin terhadap sitokinin memegang peranan penting dalam efeknya terhadap pertumbuhan tanaman. Percobaan dengan menggunakan sel parenkim menunjukkan bahwa perlakuan sitokinin saja tidak memberikan efek pada sel parenkim. Namun, ketika diberikan auksin dan sitokinin, sel-sel akan berkembang dan berdiferensiasi. Percobaan pada kultur jaringan menemukan bahwa auksin dan sitokinin yang diberikan dengan rasio yang sama tidak memberikan efek pada sel kalus. Apabila sitokinin diberikan dalam jumlah yang lebih besar akan merangsang pembentukan tunas tanaman, apabila auksin diberikan dalam jumlah yang lebih besar akan merangsang pertumbuhan akar. Sitokinin diketahui juga berperan dalam banyak metabolisme tanaman. Sitokinin banyak diaplikasikan pada tanaman untuk meningkatkan produksi tanaman.
Sitokinin (atau sitokinin) adalah salah satu jenis hormon tumbuhan (fitohormon) yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Berikut adalah beberapa cara sitokinin bekerja untuk meningkatkan produktivitas pertanian:
1. **Pembelahan Sel**: Sitokinin merangsang pembelahan sel (sitokinesis) sehingga meningkatkan pertumbuhan vegetatif tanaman. Ini penting untuk pembentukan jaringan dan organ baru, yang pada akhirnya meningkatkan biomassa tanaman.
2. **Perkembangan Tunas dan Daun**: Sitokinin mempromosikan perkembangan tunas dan daun. Dengan tunas yang lebih banyak dan daun yang lebih lebat, tanaman dapat melakukan fotosintesis lebih efektif, menghasilkan lebih banyak energi, dan meningkatkan produktivitas.
3. **Penundaan Penuaan Daun**: Sitokinin dapat menunda penuaan daun dengan mengurangi degradasi klorofil dan protein. Ini membuat daun tetap hijau dan aktif dalam fotosintesis lebih lama, sehingga memperpanjang periode produksi tanaman.
4. **Pembentukan Buah dan Biji**: Sitokinin berperan dalam proses pembentukan buah dan biji. Hormon ini dapat meningkatkan jumlah dan kualitas buah dan biji, yang langsung berpengaruh pada hasil panen.
5. **Penyerapan Nutrisi**: Sitokinin dapat meningkatkan penyerapan nutrisi oleh akar, memperbaiki efisiensi penggunaan nutrisi, dan memperkuat sistem perakaran. Ini memastikan tanaman mendapatkan cukup nutrisi untuk pertumbuhan optimal.
6. **Interaksi dengan Hormon Lain**: Sitokinin bekerja bersama dengan hormon tanaman lainnya, seperti auksin, untuk mengatur pertumbuhan dan perkembangan tanaman secara keseluruhan. Keseimbangan yang tepat antara sitokinin dan auksin penting untuk pembentukan organ tanaman yang seimbang dan sehat.
Dengan menggunakan sitokinin secara terkontrol dalam praktik pertanian, petani dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman mereka, sehingga meningkatkan produktivitas pertanian secara keseluruhan.




Komentar
Posting Komentar